



PUSPIPTEK dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1976 tanggal 1 Oktober 1976.
Gagasan awal datang dari Menteri Riset saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dan pelaksanaan diteruskan oleh Menteri Negara Riset & Teknologi, B. J. Habibie.
Tujuan pendirian, menjadikan PUSPIPTEK sebagai kawasan riset terpadu, tempat pusat-pusat penelitian di bidang iptek (ilmu pengetahuan & teknologi) ditempatkan secara bersama untuk mendukung program riset nasional, industrialisasi, dan pengembangan teknologi di Indonesia.
Lokasi dipilih di Serpong, pada saat itu masih bagian dari Kabupaten Tangerang dekat Jakarta, memungkinkan aksesibilitas dan mendukung kebutuhan riset untuk wilayah Jabotabek.
Presiden Soeharto meresmikan PUSPIPTEK pada 18 Desember 1984, bersama Habibie.
PUSPIPTEK menjadi kawasan bagi beberapa lembaga penelitian besar antara lain BATAN, BPPT, LIPI serta lembaga lain yang terkait iptek dan lingkungan.
Bangunan di dalam kawasan tidak hanya laboratorium. Tetapi juga ada perkantoran, fasilitas pendukung (perumahan peneliti, utilitas, layanan umum). Kawasan dirancang sebagai semacam “kota riset” terpadu.
Kawasan ini bertujuan mendukung industrialisasi nasional: menyediakan SDM terlatih, infrastruktur riset, serta peralatan teknis lengkap agar hasil riset bisa didorong ke industri dan masyarakat







Organisasi Purnabhakti BATAN, BPPT, LIPI, dan Kemenristek menjadi wadah kebersamaan untuk berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan terus berkarya setelah masa pengabdian melalui kolaborasi dan musyawarah serta meningkatkan peran para pensiunan (purnabhakti) Peneliti dalam kerangka pembangunan bangsa dan Negara.
0898-4936-895 (Achyar Oemry & Marli Dahyaridi)
pprnpexpert@pprnp.org
0898-4936-895 (Eddy Mistam Setiawan)
pprnpadm@pprnp.org
Copyright 2026 Organisasi Purnabhakti Puspiptek | Designed by Iniwebsiteku