Pentingnya Inovasi Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Inovasi telah menjadi kunci utama bagi negara-negara yang berhasil melakukan lompatan ekonomi. Tidak ada satu pun bangsa yang mampu mencapai status maju hanya dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam atau pertumbuhan berbasis konsumsi semata. Inovasi adalah mesin produktivitas baru dan modal pertumbuhan ekonomi, yang memperkuat daya saing, membuka pasar, dan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Bagi Indonesia, inovasi bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan menjadi pilihan idealisme untuk pembangunan ekonomi kedepan agar dapat bersaing global. Sebagai langkah awal harus dilakukan penguatan landasan dasar pembangunan yang kuat sebagai landasan transformasi menuju konsep pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Transformasi tersebut harus mempunyai inti dengan komponen-komponen utama sumber daya alam dan sumber daya manusia unggul yang inovatif dan kreatif dengan ikatan-ikatan yang kuat. Dengan adanya ikatan yang kuat akan selalu menjadi sinergi kuat untuk mencapai target pertumbuhan 8% tersebut.

Konsep pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi yang dimunculkan dan disebut Inokonomi oleh Pudji Untoro (2023) merupakan konsep kedepan untuk suatu negara dapat menguasai ekonomi menjadi negara maju. Inokonomi harus didukung oleh institusi riset dan inovasi yang menguasai penelitian, pengembangan teknologi dan inovasi (litbangtekin) baik proses pengolahan atau ekstraksinya, serta SDM yang unggul untuk dapat membawa rangkaian bola inokonomi melesat ke pasar global (Gambar 2.1).

Gambar 2.1: Transformasi Inokonomi berbasis SDA dan Kreatifitas yang didukung Sinergi Institusi, Litbangtekin dan SDM Unggul.

Menurut penilaian WIPO, pada tahun 2022 GII Indonesia menduduki peringkat ke 75 dari 132 negara dunia dan perangkat pertama sebagai negara paling inovatif adalah Swiss yang terus mempertahankan peringkatnya selama 12 tahun berturut-turut kebelakang dalam indeks yang dikeluarkan WIPO ini. Sementara itu, Amerika Serikat mampu naik pada urutan kedua yang sebelumnya diduduki oleh Swedia.

Berdasarkan hasil tersebut, Indonesia diklasifikasikan ke dalam kelompok berpendapatan menengah ke bawah dan berada di urutan ke 9 dalam kelompok ini. Sedangkan pada tingkat regional Indonesia menduduki peringkat 13, yang masih berada di bawah beberapa negara Asean seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand dan Singapura.

Agar dapat mengejar ketertinggalan tersebut, maka satu satunya jalan harus meningkatkan peran sinergi inokonomi secara terpadu dari semua pemangku kepentingan untuk bergerak bersama untuk melangkah maju.

Terdapat empat alasan utama yang menegaskan peran vital inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi:

2.1. Meningkatkan Daya Saing Global

Di era persaingan yang semakin ketat, posisi suatu negara dalam rantai pasok global sangat ditentukan oleh kemampuan inovasinya. Negara yang mampu menghadirkan teknologi baru, produk bernilai tambah tinggi, dan model bisnis yang efisien akan lebih menarik bagi investor dan pelaku pasar internasional. Tanpa inovasi, Indonesia berisiko tertinggal dan sekadar menjadi penyedia bahan mentah dan pasar dalam rantai industri global.

2.2. Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Inovasi berfungsi sebagai pengungkit pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas. Misalnya, adopsi teknologi digital pada sektor UMKM dapat memangkas biaya logistik, memperluas jangkauan pasar, serta mempercepat proses produksi dengan otomatisasi dan robotik.

Dalam jangka panjang, inovasi mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor-sektor berteknologi tinggi sebagai motor penggerak yang mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan, bukan hanya kuantitas.

2.3. Menjawab Tantangan Kompleks

Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar: perubahan iklim, ketahanan energi, kedaulatan pangan, dan kesehatan masyarakat. Semua tantangan tersebut memerlukan solusi yang tidak bisa lagi dijawab dengan pendekatan konvensional. Inovasi dalam energi terbarukan, bioteknologi pangan, material maju hingga kecerdasan buatan untuk kesehatan adalah contoh konkret bagaimana teknologi dapat menjadi instrumen pemecah masalah nasional sekaligus peluang ekonomi.

2.4. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Di luar aspek makroekonomi, inovasi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup warga negara. Layanan publik berbasis digital, transportasi cerdas, atau sistem kesehatan modern merupakan wujud nyata bagaimana inovasi dapat menghadirkan kenyamanan, efisiensi, dan rasa aman bagi masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menggerakkan angka pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan sosial.

2.5. Konsekuensi Jika Gagal Berinovasi

Ketiadaan inovasi membawa risiko yang serius bagi sebuah negara yang akan bergerak menuju negara maju. Pertama, stagnasi ekonomi: tanpa produk baru dan teknologi unggul, perekonomian akan terjebak pada pertumbuhan rendah. Kedua, hilangnya talenta: para ilmuwan dan profesional muda akan memilih berkarya di luar negeri yang lebih kondusif bagi riset dan pengembangan bagi dirinya. Ketiga, ketergantungan eksternal: Indonesia berpotensi menjadi pasar bagi produk asing tanpa memiliki kemandirian teknologi. Semua ini akan mengancam kedaulatan ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, inovasi harus diposisikan sebagai strategi utama  dan modal pembangunan ekonomi masa depan. Inovasi bukan pelengkap, melainkan inti dari kebijakan pembangunan ekonomi menuju pertumbuhan 8 persen. Tanpa inovasi, mimpi menjadi negara maju pada 2045 hanya akan tinggal mimpi. Dengan inovasi, Indonesia memiliki peluang untuk melompat lebih cepat, lebih kuat, dan lebih berdaulat di panggung global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top