MAKANAN BERGIZI GRATIS

MAKANAN BERGIZI GRATIS

Jum’at, 12 Juni 2026

(Sumber: Kompas.com, 2026)

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan program pemerintah dalam perbaikan mutu Gizi masyarakat dimana dimulai sejak dini, akan tetapi kehadiran program tersebut menuai kontroversi diantara masyarakat. Terlepas dari manfaat, program tersebut tetap memiliki sisi negatif yang terbukti belakangan ini. dimulai dari keteledoran dalam pengelolaan hingga sajian konon dikatakan tidak memenuhi standar mutu gizi. Namun, Sebenarnya program tersebut apa sih? lalu seperti apa program nya? Mari bersama admin mengupas program tersebut.

(Sumber: Google, 2026)

Makanan Bergizi Gratis atau biasa disebut MBG adalah sebuah program makan siang gratis dimana pemberian makan kepada peserta didik dimulai dari SD hingga SMA, sempat ada gagasan akan disediakan pada jenjang Perguruan tinggi. Tujuan dari program MBG diharapkan meningkatkan gizi masyarakat sejak di bangku sekolah sehingga produktivitas kegiatan belajar/mengajar lebih efektif dengan mendorong perbaikan asupan gizi peserta didik yang mampu diubah menjadi SDM berkualitas dan siap daya saing baik kancah Nasional hingga internasional.

Dalam pengelolaan program tersebut dinaungi oleh BGN (Badan Gizi Nasional) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2024 berbunyi:

“Pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pemenuhan gizi nasional, termasuk pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG)”

Selain diharapkan perbaikan mutu gizi dalam menciptakan SDM berkualitas, Ternyata MBG memiliki potensi manfaat dalam Roda Perputaran Ekonomi Rakyat. hal tersebut terbukti dengan pertama kali nya pemerintah memiliki kesempatan korelasi makan siang anak sekolah dengan pertanian, peternakan, hingga dapur UMKM.

Potensi manfaat terhadap Roda Ekonomi Rakyat tersebut, dilandaskan pada 2 buku terkait relevan topik kita kali ini. Buku pertama berjudul “Poor Economics” karya Abhijit V. Banerjee dan Ester Duflo tahun 2011. Dalam buku tersebut menjelaskan bahwa:

  • Keluarga lapisan menengah bawah sering kali bukan tidak memiliki kemauan bekerja, melainkan tidak adanya akses mereka kepada pasar, modal, dan kepastian Income. jika ketiga unsur tersebut dapat dipenuhi, maka masyarakat mampu berkembang dengan sendiri nya dan mungkin dalam waktu cepat.
  • Dalam konteks topik kita hari ini, program MBG semestinya mampu berperan sebagai ketersediaan pemerintah dalam menciptakan Ekosistem Ekonomi yang memiliki 3 unsur penting masyarakat tersebut. Sehingga nantinya mampu mendorong kemajuan berbagai lapisan masyarakat terutama lapisan menengah bawah.

Dengan demikian, Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya semata anggaran sosial namun investasi produktif dalam rangka memperkuat Roda Perputaran Ekonomi Rakyat hingga lapisan akar rumput (Petani).

Kemudian, adapun buku kedua berjudul “The End of Poverty” karya Jeffrey D. Sachs tahun 2005. Dalam buku tersebut menjelaskan:

  • Keluarga masyarakat menengah bawah sering kali terperangkap dalam kemiskinan tetapi bukan tidak bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Solusi nya adalah perkembangan Roda Perputaran Ekonomi Rakyat tidak hanya semata Pertumbuhan Ekonomi Makro, melainkan fokus investasi pada Kesehatan, Pendidikan, dan produktivitas masyarakat hingga lapisan akar rumput (Petani)
  • masyarakat sering terperangkap oleh masalah yang saling berkaitan. anak yang memiliki kebutuhan Gizi tidak memadai dimana kebutuhan tersebut berperan dalam mengasah kemampuan belajar yang dimiliki ternyata Tidak Produktif sementara Kemampuan belajar memiliki peran penting dalam pendidikan. maka pendidikan juga telah mencetak sebuah produktivitas rendah (SDM) dan Kemiskinan tersebut.

jika kita rangkum secara keseluruhan dalam konteks MBG, ketika anak memperoleh gizi yang lebih baik dan masyarakat memperoleh pendapatan yang lebih pasti. pemerintah secara langsung telah memecahkan Masalah yang saling berkaitan di berbagai lapisan masyarakat terutama lapisan akar rumput (petani).

(Sumber: setneg.go.id, 2026)

Pada akhirnya, MBG mampu memperbaiki kualitas generasi masa depan dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga hari ini. Inilah bentuk pembangunan yang paling efektif yaitu satu kebijakan menghasilkan berbagai potensi manfaat yang besar apabila mampu dikelola dengan benar dan amanah. Namun perlu diketahui dibalik program tersebut masih ada pertanyaan besar:

“Apakah terkelola dengan benar?”

“Apakah tersalurkan secara tepat?”

“apakah potensi manfaat terbukti?”

Saat itulah, setiap ompreng makan bukan sekedar makanan melainkan sebuah bukti kebenarannya jembatan antara gizi dan produktivitas antara sekolah dan sawah (petani), antara masa kini dan masa depan indonesia

2 thoughts on “MAKANAN BERGIZI GRATIS”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top